artwork

STIRRING SONG

stirring

Kondisi kehidupan manusia pada kota besar, membuat masyarakatnya diterpa berbagai arus peristiwa, kejadian dan pengaruh yang hadir melalui bentuk-bentuk penyebaran ideologi yang semakin hari semakin divergen dan tendensius. Hal tersebut membawa dampak terhadap kondisi psikologis sebagian orang dalam kehidupan kesehariannya yang bersifat keduniaan (mundane) dan banal – hingga pada akhirnya membuat manusia ‘semerawut’ dan kehilangan moment-moment kedirian.

Sebagai salah satu upaya untuk mengurai kesemerawutan tersebut, saya meminjam konsep meditasi yang melatih tingkat kesadaran tubuh, pengkayaan pengalaman, dan jeda temporal dalam pemikiran seseorang yang dihadirkan dalam bentuk kegiatan sehari-hari yang bersifat meditatif sebagai sebuah runutan kegiatan spiritual yang tersublimasi.

stirring detail

“Stirring Song”
300x120x240cm
Installation and performance
2017

Katalog Pameran Emang Jadi Omongan dapat diunduh: disini


Thank you: Asmujo Jono Irianto

Duto Hardono, Alrezky Caesaria, Hasrul, Vilhamy, Platform3, Galeri Hidayat.

No Greater Love

d095923b-25bc-417a-98b4-0c9ffdfcb08c

 

Pengorbanan  dan kasih hadir ditengah-tengah manusia dalam rasa dan bentuk yang universal. Meskipun kehadirannya dinamakan dengan beragam istilah dan terminologi, pengorbanan tetap bermakna sama. Pengorbanan dilakukan karena keyakinan; yakin atas kebaikan yang akan hadir setelahnya.

Saat konsep berkorban hadir dan manusia mulai memaknai dan berusaha membuatnya menjadi rasional, maka saat itu juga esensi nilai pengorban dan kasih seringkali mengalami pergeseran ke arah negatif dan merugikan. Hubungan antara pengorbanan dan kasih tidak terhubung secara kausalitas. Pengorbanan tidak berarti sama dengan menjadi korban. Bukan. Sama sekali bukan begitu.

Pengorbanan, merupakan bentuk kelapangan hati untuk mengalah, menyerahkan segalanya, bahkan menyerahkan diri sendiri atas suatu dorongan. Dorongan tersebut merupakan sesuatu yang berlandaskan kasih dan keyakinan.

Dorongan yang membebaskan.

0c553c77-6e2e-40cb-85c6-5958ce48c12a

Amy Winehouse, pada karyanya ia menyatakan, “There is no greater love than what I feel for you, There is no greater thrill than what you bring to me, You are the sweetest thing I have ever known, and to think that you are mine alone”.  Namun hal tersebut tidak berlaku bagi pohon karet. Pohon karet tidak seperti Amy yang ingin menyimpan suatu kebajikan untuk diri sendiri, tidak.

Pohon karet, mengorbankan tubuhnya untuk dirobek, disadap, dan ditoreh agar manusia dapat memperoleh getah pohon karet yang nyatanya bermanfaat untuk kita. Dapat dibayangkan bagaimana jika tidak ada produk-produk olahan dari getah pohon karet, nasi kuning yang kita beli di belokan jalan akan berserakan sebelum kita berhasil memakannya untuk sarapan di rumah, kendaraan yang kita naiki tidak ada ban, tidak ada alas kaki, tidak ada tali kolor dan BH! XD

Well, itu baru urusan pengorbanan pohon karet. Bayangkan jika tidak ada ‘the great sacrifice’. Hmmm..

You can find your best way to catch this spiritual expression with your own terminology. Like I said before – it’s came on universal form. Some people might be fit on religion concept, some people most comfortable saw this example on the nature, or universe, but for me. Good Friday and His own sacrifice inspired me the most.

World without the holy sacrifice is unimaginable – well at least for me. 🙂

c7d4acd8-de10-4e49-90c9-6b81e4602278

Sebagian orang mengorbankan waktu dan tenaga untuk pasangannya – karena cinta katanya.

Sebagian orang mengorbakan cita-cita pribadinya untuk anak-anak dan keluarganya.

Kemudian, ada satu orang. Satu. Orang. Saja.

Dia melakukan satu pengorbanan yang maha besar. Orang yang melepaskan seluruh kemuliaan dirinya, orang yang rela menanggung segala kesalahan-kesalahan kita. Suatu pengorbanan terbesar dan terpenting, Dia; Yesus – yang mengorbankan dirinya sendiri. Untuk saya. – Kamu juga tentunya.

Dan, itu yang terpenting.

Selamat paskah.

d50e2075-245e-4d6c-a9c8-dc923d0ee021

“No Greater Love”

420 x 165 cm

Rubber band and nails on wall

2016

Installed at Inspire Community Center (ICC) ; Fave Hotel – 6th floor, Cihampelas Bandung.

*

5a2f8312-30fb-45fe-ba13-bba2aee24391

There is no greater love than that one lay down his life for others.

There is no greater love that the sacrifice that’s given.

There is no greater love than own’s sacrifice.

 

Thank you for the sacrifice You have given.

Super Thank You to ICC for having me, really really lucky and bless to serve.

PS:

(Later after the works done.. )

There’s an interviewer asking about this work.

So, There’s me, -you know- telling and explaining the concept behind this work with some theory, semiotics signs, “boring stuff” and etcetera.. (Hehehe) And then..  At the end of the interview..

Suddenly.. I’m feel so glad I do this work!

I really do!!

At some point, I’m glad and liberated.

I’m doing this not to prove anything about my self or to showed up about how good I am at making art. No!!

I’m glad, because I’m telling about how great He is!!

And that the only important thing.

🙂

You have to accept whatever comes and the only important thing is that you meet it with courage and with the best that you have to give. -Eleanor Roosevelt-