Seni serat

No Greater Love

d095923b-25bc-417a-98b4-0c9ffdfcb08c

 

Pengorbanan  dan kasih hadir ditengah-tengah manusia dalam rasa dan bentuk yang universal. Meskipun kehadirannya dinamakan dengan beragam istilah dan terminologi, pengorbanan tetap bermakna sama. Pengorbanan dilakukan karena keyakinan; yakin atas kebaikan yang akan hadir setelahnya.

Saat konsep berkorban hadir dan manusia mulai memaknai dan berusaha membuatnya menjadi rasional, maka saat itu juga esensi nilai pengorban dan kasih seringkali mengalami pergeseran ke arah negatif dan merugikan. Hubungan antara pengorbanan dan kasih tidak terhubung secara kausalitas. Pengorbanan tidak berarti sama dengan menjadi korban. Bukan. Sama sekali bukan begitu.

Pengorbanan, merupakan bentuk kelapangan hati untuk mengalah, menyerahkan segalanya, bahkan menyerahkan diri sendiri atas suatu dorongan. Dorongan tersebut merupakan sesuatu yang berlandaskan kasih dan keyakinan.

Dorongan yang membebaskan.

0c553c77-6e2e-40cb-85c6-5958ce48c12a

Amy Winehouse, pada karyanya ia menyatakan, “There is no greater love than what I feel for you, There is no greater thrill than what you bring to me, You are the sweetest thing I have ever known, and to think that you are mine alone”.  Namun hal tersebut tidak berlaku bagi pohon karet. Pohon karet tidak seperti Amy yang ingin menyimpan suatu kebajikan untuk diri sendiri, tidak.

Pohon karet, mengorbankan tubuhnya untuk dirobek, disadap, dan ditoreh agar manusia dapat memperoleh getah pohon karet yang nyatanya bermanfaat untuk kita. Dapat dibayangkan bagaimana jika tidak ada produk-produk olahan dari getah pohon karet, nasi kuning yang kita beli di belokan jalan akan berserakan sebelum kita berhasil memakannya untuk sarapan di rumah, kendaraan yang kita naiki tidak ada ban, tidak ada alas kaki, tidak ada tali kolor dan BH! XD

Well, itu baru urusan pengorbanan pohon karet. Bayangkan jika tidak ada ‘the great sacrifice’. Hmmm..

You can find your best way to catch this spiritual expression with your own terminology. Like I said before – it’s came on universal form. Some people might be fit on religion concept, some people most comfortable saw this example on the nature, or universe, but for me. Good Friday and His own sacrifice inspired me the most.

World without the holy sacrifice is unimaginable – well at least for me. 🙂

c7d4acd8-de10-4e49-90c9-6b81e4602278

Sebagian orang mengorbankan waktu dan tenaga untuk pasangannya – karena cinta katanya.

Sebagian orang mengorbakan cita-cita pribadinya untuk anak-anak dan keluarganya.

Kemudian, ada satu orang. Satu. Orang. Saja.

Dia melakukan satu pengorbanan yang maha besar. Orang yang melepaskan seluruh kemuliaan dirinya, orang yang rela menanggung segala kesalahan-kesalahan kita. Suatu pengorbanan terbesar dan terpenting, Dia; Yesus – yang mengorbankan dirinya sendiri. Untuk saya. – Kamu juga tentunya.

Dan, itu yang terpenting.

Selamat paskah.

d50e2075-245e-4d6c-a9c8-dc923d0ee021

“No Greater Love”

420 x 165 cm

Rubber band and nails on wall

2016

Installed at Inspire Community Center (ICC) ; Fave Hotel – 6th floor, Cihampelas Bandung.

*

5a2f8312-30fb-45fe-ba13-bba2aee24391

There is no greater love than that one lay down his life for others.

There is no greater love that the sacrifice that’s given.

There is no greater love than own’s sacrifice.

 

Thank you for the sacrifice You have given.

Super Thank You to ICC for having me, really really lucky and bless to serve.

PS:

(Later after the works done.. )

There’s an interviewer asking about this work.

So, There’s me, -you know- telling and explaining the concept behind this work with some theory, semiotics signs, “boring stuff” and etcetera.. (Hehehe) And then..  At the end of the interview..

Suddenly.. I’m feel so glad I do this work!

I really do!!

At some point, I’m glad and liberated.

I’m doing this not to prove anything about my self or to showed up about how good I am at making art. No!!

I’m glad, because I’m telling about how great He is!!

And that the only important thing.

🙂

You have to accept whatever comes and the only important thing is that you meet it with courage and with the best that you have to give. -Eleanor Roosevelt-

Advertisements

Identity Parade – The Opening Night

Hi! ‘Identity Parade’; Maradita Sutantio’s Solo Exhibition been opened at Friday, December 12th,2014 a go.

We’ve also have artist talk and discussed about Maradita’s latest works.

Here some photos from that night, enjoy!

PS: online catalog will be launched soon. 😀

DSC_7994 DSC_8105 DSC_8112 DSC_8117 DSC_8119 DSC_8123 DSC_8002 1928395_10152631950559315_6859332233643035518_n 10455941_10152631947204315_7984213918985395646_n mtf_fJghj_580.jpg

Photo courtesy: Maradita, Henry, The Mogus, and Emonk.

Music Performance: Friday Night Jazz ViaVia by Travel Band

ViaVia Café & Alternative Art Space| Jl. Prawirotaman 30 Yogyakarta
Exhibition continued until January 12th, 2015.

IDENTITY PARADE (Soon, Desember 12th 2014)

POSTER IDENTITY PARADE MARADITA

Identity Parade, merupakan perayaan atas makna identitas diri yang dianggap telah jelas dan berhasil ditemukan.

Identitas/ tanda-tanda khas yang diadopsi (dan teradopsi), berperan menjadi kulit terluar yang muncul berlapis untuk menata dan mengelola makna proses interaksi dengan dunia sosial. Seperti jaket dan pakaian, penanda tersebut dapat dipilih dan diganti dengan cepat – menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi.

Penanda seperti apakah yang serta-merta diparadekan? See you soon on Maradita’s third solo exhibition on Desember 12th at ViaVia Travelers Cafe and Resto.

Sampai ketemu ya. 🙂